Hola!
Akhirnya ini blog diisi dengan post’an yang berguna juga (sebenarnya sih emang ada tugas dari dosen disuruh dipost di blog, hehehehe). Ya sudah, sekarang gw mau ngejelasin tentang konsep animasi dan teknis pembuatan animasi. Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu animasi. Animasi adalah suatu cara untuk menampilkan beberapa urutan gambar sehingga gambar yang dihasilkan akan terlihat bergerak. Pada awalnya animasi ini dibuat hanya pada 2 dimensi, yang kita dapat lihat dari kartun-kartun era film Disney awal (yang masih hita putih dan ngga bersuara semacam Mickey Mouse, hehe), sampai animasi berkembang pada 3 dimensi (contohnya bisa dilihat sendiri di film-film keluaran Pixar yang bekerja sama dengan Disney (lagi) sperti WALL-E, dan lain-lain). Mengapa gambarnya seakan-akan terlihat bergerak ? Hal ini disebabkan oleh ada perubahan posisi gambar awal dengan jarak yang sangat kecil dengan intensitas waktu yang sangat cepat. Sebenarnya animasi dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Animasi Stop Motion
Animasi ini seringkali menggunakan tanah liat sebagai wadahnya. Tanah liat tersebut kemudian dibentuk dengan berbagai macam bentuk, kemudian setiap bentuk akan diambil gambar dengan kamera, lalu bnetuk tadi diubah, kemudian diambil gambarnya kembali, begitu seterusnya (seperti pada film animasi Chicken Run). Proses membuat animasi jenis ini membutuhkan tingkat kesabaran yang sangat tinggi.
2. Animasi Tradisional
Animasi tradisional sering disebut dengan cell animation karena pengerjaannya dikerjakan pada celluloid tranparent (yang bentuknya mirip sekali dengan transparansi OHP yang sering kita gunakan. Proses-proses animasi tradisional ini adalah :
- Pra Produksi, yang diisi dengan storyboard, naskah/script, pembentukan karakter, musik dan efek-efek suara yang ingin dimasukkan. Pada prinsipnya, storyboard dan script adalah hal yang paling penting pada animasi.Storyboard adalah gambaran sketsa dari jalan cerita yang ada pada script yang digunakan untuk menyamakan konsep dasar antara animator, script writer, dan director.
- Produksi, yang diisi oleh lay out, key motion, in between, clean up, background, celluloid, coloring. Pada proses ini, para animator telah mulai bekerja menggambar keyframe. Untuk membuat keyframe ini, animatornya harus mengerti anticipation, timing, delayed secondary action, squash stretch, balance, staging, overlapping, action, gesture, dan lain-lain. Lalu, ada in between, pada bagian ini animasi gerakan sudah dapat dilihat. Karena biasanya in between dikerjakan banyak animator, maka dibutuhkan clean up artist yang bertugas untuk menyamakan gambar-gambar animasi yang telah dibuat.
- Post Produksi, yang biasanya diisi oleh composite, camera shooting, editing, rendering, emindahan film kedalam roll film.
Pada bagian animasi tradisional ini terdapat metode-metode yang sering digunakan, yaitu
- Straight Ahead Animation
- Post Planning Animation
- Planned Animation
- Cycle Animation
- Limited Animation
3. Animasi Komputer
Pada animasi jenis ini, semuanya dikerjakan oleh komputer dengan teknik pergerakan kamera. Adapun software-software yang dapat digunakan antara lain 3DSMAX, MAYA, Softimage, dan lain lain.
Adapun proses pembuatannya hampir sama dengan proses pembuata dari animasi tradisional, yaitu pra produsi, produksi, dan post produksi. Yang membedakannya adalah di bagian post produksi (karena pengerjaannya oleh komputer). Dapat kita bagi menjadi :
- Modelling, pada tahap ini dibuatnya objek-objek yang dibutuhkan pada tahap animasi. Objeknya dapat berbentuk bola, kubus, maupun objek yang rumit seperti karakter. Ada beberapa objek yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya, yaitu polygon, spline dan metaclay
- Animating
- Texturing, proses ini menentukan karakteristik objek dalam bentuk teksturnya. Tekstur yang kita inginkan dapat kita atur tingkat kekasaran dan kehalusannya.
- Rendering, dikenal dalam 3 macam, yaitu field rendering, shader, dan anti-aliasing
(dari berbagai sumber)

- Mickey Mouse di zaman hitam putih

- WALL-E sebagai contoh animasi 3D


